Distribusi Elpiji 3Kg, Pemkot Terapkan Sistim Tertutup

DIPALU.COM – Mengatasi pembelian Elpiji 3 Kg yang masih dinikmati masyarakat berpenghasilan diatas Rp.1,5 Juta, padahal diperuntukanya untuk masyarakat kelas menengah kebawah, banyak dimanfaatkan oleh pedagang makanan.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akan segera menerapkan sistim pendistribusia tertutup hanya akan melayani pemegang kartu miskin yang berpedoman data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 2015, namun ini masih menunggu penyaluran kartunya dari pusat sebab menggunakan dana APBN, tutur Kabag Prekonomian Setda Palu, Tamin Tombolotutu usai  rapat pengawasan Elpiji lingkup Kota Palu sesuai Instruksi Walikota yang dipimping langsung Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said bersama Pertamina, Senin (20/3/2017).

Saat ini Pemkot tengah mendata masyarakat yang bakal menerima gas 3 kg pada tahun 2017 dan melakukan pembatasan pembelian yang hanya ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan dibawah Rp.1,5 Juta, melalui data TNP2K sebagai pemutakhiran data terbaru.

“Saat ini kami sedang melakukan pendataan beberapa masyarakat yang berhak menerima gas 3 kg tersebut berdasarkan data TNP2K,” katanya.

Tamin, menambahkan, hal ini sesuai usulan Pertamina kepada pemerintah agar memakai sistem distribusi tertutup, terutama untuk gas elpiji 3 kg. Sistem distribusi tertutup yang diusulkan Pertamina ini mewajibkan setiap konsumennya memakai kartu kendali.

“Kartu kendali ini nantinya bisa membuat komsumsi yang ditargetkan pemerintah tepat sasaran, Gas ini tidak untuk masyarakat menengah ke atas seperti pemilik restoran, hotel, dan rumah tangga mampu karena ini disubsidi,” jelasnya. (AND)