Saskal Al-hasyimi Kembali Gelar Pesantren Kilat Kaligrafi

DIPALU.COM – Sanggar Seni Kaligrafi Alquran (Saskal) Al-hasyimi Sulawesi Tengah kembali menggelar Pesantren Kilat Kaligrafi sebagai kegiatan rutin setiap Ramadhan.

Pada tahun ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari pada 3 hingga13 Juni 2017 mendatang, bertempat di sekretariat mereka jalan Towua, Palu Selatan.

Pimpinan Saskal Al-hasyimi, Mohammad Arif mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan para kaligraf Alquran. “Sehingga kedepan, Sulawesi Tengah ini tidak kekurangan para kaligraf Alquran. Utamanya pada event-event MTQ dan event lomba yang lain,” ujarnya saat ditemui, Senin (29/5/2017).

Adapun sasaran peserta, katanya yaitu dari kalangan siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki keinginan memperlajari seni kaligrafi Alquran.

Menurutnya, nantinya para peserta Pesantren Kilat akan menerima materi sesuai dengan jenis cabang yang dipilih seperti cabang Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, dan cabang Kontemporer.

Untuk cabang hiasan mushaf, katanya akan mempelajari minimal tiga jenis tulisan yakni Naskhi, Tsuluts, dan Diwani Jali. Sedangkan cabang Naskah dan Dekorasi akan mempelajari tujuh tulisan diantaranya Naskhi, Tsuluts, Riq’ah, Farisi, Diwani, Diwani Jali, dan kuffi.

“Untuk cabang Kontemporer mempelajari beberapa aliran baik Abstrak, Naturalis, Simbolik, dan Figural,” lanjutnya.

Pesantren Kilat tersebut dikenai biaya sesuai dengan cabang yang dipilih. Untuk cabang Naskah, katanya Rp 457 ribu, Hiasan Mushaf Rp 550 ribu, sedangkan Dekorasi dan Kontemporer sebesar Rp 606 ribu.

“Biaya tersebut diperuntukkan bagi peserta yang menginap. Sedangkan yang tidak menginap dikurangi uang konsumsi Rp 300 ribu,” katanya.

Materi pembelajaran, katanya dimulai setelah sahur sampai pukul 11.00 malam, sehingga bagi peserta yang tidak menginap sudah harus berada di lokasi karena akan dilaksanakan Salat Subuh berjamaah.

“Selain mempelajari materi kaligrafi, kita juga akan Qiraatul Quran serta kultum dalam kegiatan tersebut nantinya,” tutupnya. (IIM)