Workshop Palu Bisa Bikin Brand : Target Ciptakan Brand Baru ke Tingkat Nasional

DIPALU.COM –  Setelah sukses membuat kota-kota besar di indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Malang, bisa bikin brand, maka sekarang giliran Kota Palu untuk bisa bikin brand. Kegiatan yang dibimbing langsung oleh Subiakto Priosoedarsono selaku praktisi brand ini, merupakan workshop yang pastinya menarik.

Siapa yang tidak mengenal produk Telkomsel, Kopiko, Polytron, Teh Botol Sosro, Torabika, Dan Sederet Brand Terkenal Lainnya?. Di balik semua itu, ternyata ada sosok Subiakto Priosoedarsono atau yang biasa di sapa pak Bi. Beliau telah membidangi brand-brand besar di indonesia selama 47 tahun karirnya hingga besar seperti saat ini. Sungguh luar biasa.

Kepiawaian beliau di bidang brand ini,  tentunya menjadi daya tarik yang kuat bagi beberapa pelaku UKM di kota palu, yang tergabung dalam show management untuk membuat workshop yang diprediksikan akan membuka wacana peserta, terkait brand di Kota Palu.

“Kami semua ngotot mendatangkan beliau. Karena beliau ini waktunya sudah tidak lama lagi untuk bisa sharing ke pelaku UKM seluruh Indonesia, dengan usia yang sudah sepuh, 67 tahun.” tutur Ihsan, Ketua Panitia Workshop Palu Bisa Bikin Brand.

Dengan kehadiran pak bi ini, lanjut ihsan, diharapkan dapat membuka wacana pentingnya brand bagi sebuah nama, entah itu orang, produk, jasa, dan sebagainya. Sebab brand bukanlah sebuah logo, merek, ataupun sebuah slogan. Brand adalah ikatan emosional yang timbul antara personal, produk, ataupun jasa dengan konsumennya.

“Jadi kalau anda punya bawang goreng misalnya, berarti bagaimana anda mengikat konsumen dengan bawang goreng anda. Bagaimana konsumen bisa cinta dan loyal terhadap produk anda. Itulah yang akan dibawakan oleh pak Bi” tuturnya.

sehingga outputnya kata ihsan, ketika seseorang bisa bikin brand adalah bisa menaikkan intangible asset dari brand itu sendiri atau aset tak berwujud yaitu hak-hak istimewa, atau posisi yang menguntungkan guna menghasilkan pendapatan. Seperti hak cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan goodwill.

“Jadi dapat mengurangi biaya promosi, karena memang sudah dikenal. Maka harapannya setelah acara ini, rata-rata hampir bahkan semua alumni mengalami kenaikan omset paling kecil 100 persen, dan paling besar sampai 1000 persen”ucap ihsan.

Yang paling menariknya adalah, bahwa pak Bi mengajarkan langsung bagaimana caranya menaikkan omset dengan menaikkan brand image, mengajarkan bagaimana menimbulkan ikatan emosi antara pemilik, produk ataupun jasa kepada konsumen, sehingga konsumen menjadi loyal.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/03/2017) di Gedung kasiromu bank indonesia jl, samratulangi kemarin, dibatasi 40 orang saja. Oleh karenanya dengan berinvestasi cepat sebesar Rp 2 juta, maka dapat dipastikan anda akan berada ditengah workshop yang begitu luar biasa.

“Oleh karenanya, kami menggait bu agnes selaku Senior UKM, Pak Sumarno dari pelaku usaha, dan mbak lala dari rumah kreatif BUMN agar kita bersinergi. Karena memang misi kita untuk UKM. Kita kerja bakti untuk sama-sama membesarkan brand yang ada di palu ini,” Jelas ihsan.

Ihsan berharap, setelah kegiatan tersebut, akan muncul nama-nama brand di Kota Palu yang didengar hingga nasional. Seperti bagaimana kita mengenal bali dengan jogernya, maupun jogja dengan bakpianya. (KOM)